Tradisional Park mendapat kunjungan dari Universitas Gadjah Mada


Beberapa waktu yang lalu Tradisional Park mendapat kunjungan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Kali ini yang menjadi peserta kunjungan bukan mahasiswa dari UGM, melainkan mahasiswa-mahasiswa yang tergabung dalam International Graduate School (IGS) 2017 dan tahun ini UGM menjdai tuan rumah untuk kegiatan tersebut. IGS merupakan kumpulan dari mahasiswa-mahasiwa dari berbagai negara seperti Thailand, Malaysia, Jepang, Korea, Jerman, China dan lainnya. 

Peserta yang semuanya termasuk orang asing ini akan belajar untuk membuat jamu jahe wangi. Mungkin pengalaman membuat jamu ini adalah yang pertama bagi mereka. Dengan bantuan translator (penerjemah) peserta menuju joglo yang sudah disiapkan sebelumnya. Tetapi sebelum masuk ke dalam joglo peserta dipersilahkan untuk menikmati welcome drink terlebih dahulu, welcome drink kali ini yaitu Kunir Asem. Peserta sangat menikati welcome drink yang disediakan, bahkan ada peserta yang minum sampai 2 gelas. Setelah menikmati welcome drink peserta langsung menuju ke dalam jogjo.

Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dengan 1 pemandu disetiap kelompoknya. Peserta memperhatikan arahan yang diberikan dan mempraktikkan dengan bantuan pendamping. Bahasa tidak menjadi kendala karena disetiap kelompok disediakan penerjemah dari panitia. Peserta diperkenalkan dengan bahan-bahan untuk membuat jamu dan cara membuatnya. Tidak sedikit peserta yang merasa asing dengan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat jamu. Peserta memulai proses membuat jamu dari memotong bahan, menumbuk bahan, memeras bahan sampai ke proses akhir yaitu pemasakkan. Saat memotong bahan menjadi ukuran yang lebih kecil peserta melakukannya dengan hati-hati dan penuh semangat. Setiap kelompok membagi anggota mana saja yang akan memotong bahan dan anggota mana yang akan menumbuk bahan. Kerjasama yang kompak terlihat di semua kelompok. Proses selanjutnya setelah bahan ditunbuk adalah proses pemerasan bahan, dalam proses ini peserta ada yang mengeluh tangannya terasa panas setelah memeras bahan, ya rasa panas itu disebabkan oleh jahe yang merupakan bahan utama jamu. Peserta merasa sedikit takut karena mungkin baru pertama kali tangan merasakan panas yang seperti itu, tetapi rasa panas ini hanya sementara dan peserta tidak perlu khawatir. Proses yang terakhir yaitu pemasakkan, namun sebelum proses pemasakkan peserta harus menunggu bahan yang harus diendapkan terlebih dahulu, sambil menunggu peserta diputarkan video sejarah jamu.  

Proses pemasakkan tidak memerlukan waktu yang lama. Peserta terlihat was-was saat proses pemasakkan berlangsung. Mereka takut jamu tidak akan mengkristal dan jamu akan menjadi dodol. Namun akhirnya semua kelompok mendapatkan hasil jamu yang memuaskan dan tidak ada yang menjadi dodol. Peserta merasa senang dengan hasil yang didapatkan dan tidak lupa hasil dari jamu dibagi untuk dibawa pulang sesuai dengan jumlah orang yang ada di dalam kelompok.

Praktik di dalam joglo sudah selesai dan peserta diarahkan untuk menuju industri untuk melihat proses produksi jamu. Setelah melihat produksi jamu peserta diarahkan ke kebun koleksi tanamn obat untuk belajar lebih lanjut tentang jenis dan manfaat dari tanaman obat. Pengalaman membuat jamu akan menjadi pengalaman yang tidak akan dilupakan oleh para peserta saat kembali ke negaranya nanti, dan semoga ilmu yang didapat dapat bermanfaat.

Galeri foto kegiatan dapat dilihat di https://www.facebook.com/tradisional.park atau di https://www.facebook.com/tradisionalpark215/.